Kamis, 25 Oktober 2018

Teknologi Informasi, Sistem informasi, dan Sistem Jaringan

Teknologi Informasi


Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah teknologi yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi.
Istilah ini umumnya bukan hanya di gunakan untuk komputer dan jaringan komputer, tetapi juga mencakup teknologi Informasi lain seperti televisi dan telepon. Beberapa industri yang berhubungan dengan teknologi informasi, termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak, elektronik, semikonduktor, internet, peralatan telekomunikasi, teknik, kesehatan, e-commerce dan layanan komputer.
Fungsi Teknologi Informasi
• Fungsi teknologi informasi untuk menangkap data (capture)
Fungsi teknologi informasi ini berfungsi dalam proses penyusunan record yang di tampilkan pada layar monitor contohnya amazon menggunakan cookies internet untuk menangkap data tentang pembelian pelanggan melalui situs web mereka. Jadi dalam hal ini, mereka menggunakan data ini untuk menyarankan item ke pengguna yang berkaitan dengan pesanan mereka sebelumnya melalui situs web mereka.
• Fungsi teknologi informasi  untuk Pengolah (Processing)
Fungsi teknologi informasi ini memungkinkan kita untuk melakukan pemrosesan baik itu
mengubah, menganalisis, menghitung, maupun mengumpulkan semua data yang ada. Contohnya menerima input dari keyboard, scanner, mic dan sebagainya
• Fungsi teknologi Informasi untuk Menghasilkan (Generating)
Fungsi teknologi informasi ini menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Contohnya data yang awalnya berbentuk deretan angka dapat di generate menjadi tabel atau grafik yang mudah diambil kesimpulan.
• Fungsi teknologi Informasi untuk Penyimpan (storage)
Fungsi teknologi informasi ini menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Contohnya flashdisk, hardisk, disket, CD dan juga media penyimpanan lainnya.
• Fungsi teknologi Informasi untuk Pencari Kembali (Retrifal)
Fungsi teknologi informasi ini mencari, menelusuri, dan mendapatkan kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas dan sebagainya.
• Fungsi teknologi Informasi untuk Transmisi (Transmission)
Fungsi teknologi informasi ini mengirim data dan informasi dari suatu lokasi lain melalui
jaringan. Contohnya adalah internet, dengan internet kita dapat mengirim data lewat email, chat, dan lain-lain.
Tujuan Teknologi Informasi
1. Teknologi informasi sebagai pemecah masalah.
2. Teknologi informasi membuka kreatifitas dan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, perincian dan keleluwesan.
3. Teknologi informasi efektif dan efesien karena dapat di akses dengan mudah tidak tidak membutuhkan waktu lama.
Keuntungan Teknologi Informasi
1. Membantu mempercepat pekerjaan manusia.
2. Mempermudah komunikasi jarak jauh.
3. Mempermudah sistem administras.
4. Mempermudah proses transaksi keuangan.
5. Menciptakan lapangan kerja.
6. Membuka peluang bisnis baru.
Pengertian Sistem Informasi
Secara Umum, Pengertian Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi.  atau sistem informasi diartikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas, sistem informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan menurut kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi.
Secara terpisah, Pengertian Sistem adalah kumpulan orang yang saling bekerja sama dengan ketentuan-ketentuan aturan yang sistematis dan terstruktur untuk membentuk satu kesatuan melaksanakan suatu fungsi untuk mencapai tujuan. Sistem memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang terdiri dari komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran sistem. Sedangkan Pengertian Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimanya dan untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.


Pengertian Sistem Informasi (SI) 



Menurut Para Ahli :
• John F. Nash: Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
• Robert A. Leitch: Menurut Robert A. Leitch, pengertian sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
• Henry Lucas: Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, apabila dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam.
• Alter: Pengertian sistem informasi menurut Alter bahwa sistem informasi adalah sebagai  tipe khusus dari sistem kerja dimana manusia dan/mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/jasa bagi pelanggan.
Komponen Sistem Informasi (SI)
1. Komponen input adalah data yang masuk ke dalam sistem informasi
2. Komponen model adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Komponen output adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Komponen teknologiadalah alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantau pengendalian sistem.
5. Komponen basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database.
6. Komponen kontrol adalah komponen yang mengendalikan gangguan terhadap sistem informasi.
Ciri-Ciri Sistem Informasi
1. Baru,adalah informasi yang didapat sama sekali baru dan segar bagi penerima
2. Tambahan, adalah informasi dapat diperbaharui atau memberikan tambahan terhadap informasi yang sebelumnya telah ada.
3. Kolektif,adalah informasi yang dapat menjadi suatu koreksi dari informasi yang salah sebelumnya.
4. Penegas, adalah informasi yang dapat mempertegas informasi yang telah ada
Fungsi Sistem Informasi
• Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
• Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
• Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
• Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
• Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
• Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
• Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.


Sistem Jaringan Komputer 



Sistem Jaringan komputer pada hakekatnya adalah dua komputer atau lebih yang terhubung satu dengan yang lainnya. Perangkat yang dihubungkan tidak terbatas pada komputer saja, melainkan termasuk printer dan perangkat-perangkat kertas yang lain. Sebagai penghubung, dapat digunakan kabel, misalnya gelombang radio dan sinar inframerah dalam skala jaringan tertentu.
Pada dasarnya ada tiga macam skala jaringan, yaitu :
1. LAN (Local Area Network)
Pada awalnya jaringan komputer dilakukan pada jaringan yang sangat terbatas yakni dengan menggunakan dua buah komputer. Kemudian berkembang lebih luas pada komplek perkantoran, gedung, sekolah yang dikenal dengan Jaringan Lokal atau Local Area Network (LAN).

2. WAN (Wide Areal Network)
Perkembangan dan kebutuhan atas informasi dan komunikasi menuntut komputer yang digunakan dapat berhubungan secara luas sehingga terbentuk Metropolitan Area Network (MAN). Perkembangan kebutuhan yang lebih luas lagi diperlukan jaringan yang lebih luas juga sehingga digunakan Wide Area Network (WAN). Jadi, MAN dan WAN merupakan perpaduan antara LAN yang simultan.
Jaringan WAN dapat mencapai antarpulau, antarnegara, bahkan antarbenua. WAN biasanya menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) tertentu sehingga tidak bisa menggunakan sembarang hardware dan software.

3. Internet
Dari besarnya skala, internet sebenarnya sama dengan WAN, tetapi WAN bersifat privat, artinya hanya orang-orang tertentu yang dapat mengaksesnya, misalnya karyawan suatu perusahaan multinasional. Sebaliknya, Internet bersifat publik sehingga semua orang dapat mengakses jaringan tersebut.

C.   TOPOLOGI JARINGAN
Topologi jaringan adalah tata letak atau layout suatu jarigan. Ada beberapa topologi jaringan yang dikenal, yaitu:
1.        Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah “fully-connected mesh” adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.
Pada topologi mesh, semua node saling terhubung seperti diilustrasikan pada gambar di bawah. Topologi ini hamper tidak pernah dipakai karena sulit ditangani.

2.        Topologi Bus
Tata letak topologi bus diperlihatkan pada gambar di bawah, topologi ini menggunakan kabel BNC dan pada kadua ujungnya harus diberi terminator. Topologi ini sebenarnya cukup sederhana dan mudah ditangani, namun sekarang telah banyak ditinggalkan kerena lalu lintas data terlalu padat dan apabila ada satu node rusak maka keseluruhan jaringan tidak dapat berfungsi.
 Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
 merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
 umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
 signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
 problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

3.        Topologi Ring
Topologi Ring setiap node ditata sehingga membentuk lingkaran.
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
 lingkaran tertutup yang berisi node-node
 sederhana dalam layout
 signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
 problem: sama dengan topologi bus
 biasanya  topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star

4.        Topologi Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
 setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node  dan kembali lagi.
 mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke centralnode
 keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu
 dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.

Di atas telah disebutkan bahwa setiap node yang terdapat pada sebuah jaringan berbasis protocol TCP/IP haruslah memiliki sebuah alamat IP (IP address) yang unik. Sama halnya dengan alamat rumah, tidak ada dua rumah yang memiliki alamat yang persis bukan,?
 1.         Format Alamat IP
Format alamat IP adalah angka biner yang panjangnya 32 bit dan terbagi menjadi 4 bagian yang masing-masing panjangnya 8 bit (8 bit sama dengan 1 byte). Setiap bagian dipasangkan dengan titik. Oleh karena merupakan angka biner naka alamat IP hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja.
 Contoh: 11000000.10101000.00000001.00000001
Fotmat penulisan biner seperti contoh tersebut kurang disukai karena agak sulit dibaca. Oleh karena itu format penulisan alamat IP lebih sering diwujudkan dalam bentuk decimal.
 Contoh: 192.168.1.1
Setiap bagian mampu menampung 255 kemungkinan angka, jadi total alamat Ip yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255 = 4.228.250.625. akan tetapi pada kenyataanya dalam pengalokasiannya ada batasan-batasan serta kelas-kelas tertentu, jadi tidak sembarangan salah satu dari 4 miliyar kemungkinan alamat IP tersebut dapat digunakan begitu saja. Dalam sebuah jaringan, Alamat IP dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kelompok/kelas (Kelas A, B, C, D dan E). Untuk lebih mengetahui kelas-kelas alamt IP coba kalian cari literature yang membahasnya.

Sumber :









Jumat, 19 Oktober 2018

The Ritual Of Jolenan


A. The Origin and The Philosophy



Various ways used by the peoples in the world to expressing gratitude to God Almighty, because God has provided sustenance and salvation. Usually the activity is done with p activities, within a specified time. It name is also diverse, there is called selamatan desa/selamatan village, merti desa /village merti, alms of the earth, etc. The same thing done by the people of Somongari Village, Kaligesing District. They are held a village merti ritual with the name "Jolenan" .Thousands of people come from various places, to witness the celebration, which is held every two years. “Jolenan” is a magnet for the community to attend witness. The activity, as an effort to raise the village of Somongari as a tourist village. From various activities the ritual of the village, "Jolenan" is the biggest and most popular in Purworejo.The real meaning of what is contained in the ritual, which has been running dozens or even hundreds of years ago. "Jolenan" ritual is essentially an expression of gratitude to God Almighty, who has provided abundant fortune, by harvesting the living plants in his garden. "Jolenan" comes from the basic word “jolen”, short for the word “aja lalen” (javanese), or “do not forget” (english). This sentence contains the meaning of reminding the people of Somogari Village to not forget the God as the nature creator and to gratitude the ancestors who have trying to establish the village. "Jolenan" is celebrated on Tuesday, the Wage market/Pasaran Jawa (The day when the market is crowded in java), Sapar month, on Javanese Calendar, every two years once.

B. The Ceremony and Utillity




"Jolenan" is realized in the form of a rope made of woven bamboo (ancak) covered with woven young palm leaves and shaped like a mountain. meaning, the rectangular below, illustrates the relationships of fellow human beings in the world. Then the more conical, it is intended all the activities in this world, eventually united to worship the Gods creator. The mountain contains rice cone, three roasted chicken, various vegetables , bananas, along with side dishes. Then the outside is decorated with fruits and snacks. Various fruits are the result of the harvest of the village community. Small meals made from raw rice and flour (starch). This gives meaning as a result of the village Somongari. Every rukun tetangga  (RT) send two “jolen” (mountain from a bamboo contains), so the number reaches 48 pieces.Then the “Jolen” is paraded from the eastern end to the western end of the village. It is meant to be evenly so that the blessings of God in the form of doubled harvest can be enjoyed evenly throughout the village. Mountains are borne by two people using soldier clothes. After completion, a great feast takes place, eating tumpeng and the contain inside tumpeng together with the people who attended, in the yard of the village hall. In the parade, jolenan tradition must accompanied by many arts in the village, such as incling, warokan, horse braid, dolalak, tambourine ,etc.

C. The Villager beliefs


"Jolenan" celebration is an expression of gratitude to the ancestors who have bothered to set up the village. In the folklore that is believed people of Somongari Village, the founder of his village named Lukajaya. He comes from a place called Loano Village, the son of the Beluk or Singonegoro. Once upon a time ,there happened “Pagebluk” (Big disasters that make the village in a crisis). To overcome the “Pagebluk”, Singanegara, ordered his son-in-law, Lukajaya, to rule the village which is now known as Somongari Village. Besides, there is still a figure of Somongari Village which is still a role model, namely Kedau Kediri-Kedini. The person, said to be from Yogyakarta Hadiningrat who lived and died in Somongari Village. He is known as a culturalist, with the various local arts. In the celebration is realized by displaying all the existing art. Even the beliefs that exist in the community, every art group that will perform, must visited his grave before show. It is intended to ask permission, so when performing the stage survived the distress. "Jolenan" tradition has been running for generations since hundred years ago. This tradition is based on the belief of the community, as a ritual planting crop that grows in the village. It is expected that after the cultivation, the plants will flourish and bear fruit. In the beginning the activity as a means of burdening mangosteen and durian trees, where both types of fruit tesebut is the main producer of Somongari Village. According to the existing story, mangosteen and durian plants, have been planted since the 1700s. Thus the ritual "Jolenan" is estimated to be held not far from that year. In the celebration besides displaying the existing art, still bring Warokan art from Jatirejo Village, Bagelen Subdistrict. The arts group, originally belonged to Somongari Village residents, but who knows when and how, now belongs to the Jatirejo village. Based on the belief of society, there is still another art that should not be left in the ritual of the village, it is Tayub performances that art must be shown according to belief society, if not, will happen many disasters to the village.








REFERENCES
Budayapurworejo.blogspot.com
Purworejokab.go.id

Sejarah Singkat Sistem Pemasyarakatan



Sejarah Singkat Sistem Pemasyarakatan
Bagi Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, pemikiranpemikiran mengenai fungsi pemidanaan tidak lagi sekedar penjeraan tetapi juga merupakan suatu usaha rehabilitasi dan reintegrasi sosial Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah ditetapkan dengan suatu sistem perlakuan terhadap para pelanggar hukum di Indonesia yang dinamakan dengan Sistem Pemasyarakatan.
Istilah pemasyarakatan untuk pertama kali disampaikan oleh Almarhum Bapak SAHARDJO, SH (Menteri Kehakiman pada saat itu) pada tanggal 5 juli 1963 dalam pidato penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa oleh Universitas Indonesia. Pemasyarakatan oleh beliau dinyatakan sebagai tujuan dari pidana penjara.
Satu tahun kemudian, pada tanggal 27 April 1964 dalam Konferensi Jawatan Kepenjaraan yang dilaksanakan di Lembang Bandung, istilah pemasyarakatan dibakukan sebagai pengganti kepenjaraan.
Pemasyarakatan dalam konferensi ini dinyatakan sebagai suatu sistem pembinaan terhadap para pelanggar hukum dan sebagai suatu pengejawantahan keadilan yang bertujuan untuk mencapai reintegrasi sosial atau pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan di dalam masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, pelaksanaan sistem pemasyarakatan semakin mantap dengan diundangkannya Undang Undang Nomor: 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.
Dengan adanya Undang Undang Pemasyarakatan ini maka makin kokoh usaha-usaha untuk mewujudkan visi Sistem Pemasyarakatan, sebagai tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara Pembina, yang dibina dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggungjawab.

Sumber : https://portirpas.wordpress.com/sistem-pemasyarakatan/sejarah-singkat-sistem-pemasyarakatan-2/